Dugaan Pelecehan Seksual Gemparkan Bandung Barat, P3K Disnaker Diduga Cabuli Tiga Anak Tirinya



BANDUNG BARAT, RIN — Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menggemparkan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seorang pria berinisial DR alias Unyil, yang diketahui sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Dinas Tenaga Kerja Bandung Barat, sekaligus pemilik program "Makan Bergizi Gratis" (MBG) Dapur Desa Laksana Mekar, diduga telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap ketiga anak tirinya.
Korban Anak Dibawah Umur

Menurut laporan yang dikonfirmasi oleh Plt Kepala Dinas P2KBP3A KBB, Asep Sehabudin, perbuatan keji ini telah berlangsung sejak lama, namun baru dilaporkan ke pihak berwajib pada awal September 2025. Ketiga korban yang masih berstatus pelajar tersebut adalah anak tiri dari terduga pelaku. Dua korban merupakan siswi SMA kelas 10, sementara satu korban lainnya siswi SMP kelas 8.

Pemerintah Turun Tangan
Pihak DP2KBP3A KBB langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis dan memastikan kebutuhan korban terpenuhi. "Karena kejadian ini menyangkut anak di bawah umur, kami menjalankan tupoksi kami untuk melakukan pendampingan bagi korban," ujar Rini Hariyani, Kabid P3A. Pihaknya juga menegaskan siap menghadirkan psikolog dan melakukan visum jika diperlukan.

Saat ini, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian, dan kasus ini masih dalam pendalaman oleh Polres Cimahi. Berdasarkan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, pelaku pelecehan seksual terhadap anak dapat dijerat hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.
Bantahan Isu Pelaku Sopir Bupati

Kasus ini sempat memicu kebingungan publik setelah beredar isu bahwa pelaku merupakan sopir Bupati Bandung Barat. Namun, Asep Sehabudin dengan tegas membantah kabar tersebut. "Pelaku memang P3K di Disnaker, dan baru diangkat beberapa bulan lalu, tapi bukan sopir Bupati seperti kabar yang beredar," tegas Asep.

DP2KBP3A KBB berkomitmen untuk terus mendampingi para korban hingga tuntas, baik dari sisi visum maupun pemulihan psikologis. Pihak kepolisian pun masih terus menyelidiki apakah ada korban lain selain ketiga anak tiri tersebut.

Asep Salman

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Android