CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menunjukkan komitmen serius terhadap kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggelar Seminar Menjaga Kesehatan Mental dalam Bekerja. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Seminar yang berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta, mencakup ASN dari seluruh perangkat daerah, kelurahan, hingga sekolah. Sekitar 100 ASN, termasuk pejabat pimpinan tinggi pratama dan kepala perangkat daerah, hadir secara luring.
Kesehatan Mental Krusial untuk Pelayanan Publik
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental ASN, menyamakannya dengan kesehatan fisik. Menurutnya, ASN sering kali menghadapi tekanan kerja, target pelayanan, serta dinamika sosial yang dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional.
“Kalau mental ASN terganggu, maka otomatis pelayanan kepada masyarakat ikut terganggu. ASN harus mampu melayani dengan sabar, ramah, dan tulus. Karena itu, kesehatan mental ini penting dijaga, bukan hanya fisik saja,” ujar Ngatiyana.
Wali Kota Ngatiyana menambahkan, Pemkot Cimahi bertekad melakukan deteksi dini potensi gangguan psikologis. Jika terindikasi adanya tekanan mental, langkah pembinaan dan penyesuaian beban kerja akan dilakukan. Ia juga menegaskan komitmen Pemkot untuk tidak memotong Tunjangan Kinerja (TPP) ASN karena dapat mengganggu aspek psikologis dan motivasi pegawai.
Fokus pada Budaya "Happy Working Culture"
Plt. Kepala BKPSDMD, Siti Fatonah, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan ASN dalam mengelola kesehatan mental sebagai fondasi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal penanganan kesehatan mental ASN secara terstruktur.
"Kami ingin ASN Cimahi tetap bekerja dengan bahagia (happy working culture). ASN yang bahagia akan menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik,” jelas Siti Fatonah.
Untuk mendukung komitmen tersebut, BKPSDMD telah menyiapkan layanan konseling lanjutan bersama psikolog mitra pemerintah bagi peserta yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Seminar yang menghadirkan narasumber dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Muhammad Hadras, M.Si., dan Winna Andini Handayani, M.Psi., Psikolog ini, diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang suportif, sehat secara mental, dan produktif di lingkungan Pemkot Cimahi. Pemkot berkomitmen memperluas program ini melalui pelatihan manajemen stres, konseling berkala, dan pembinaan rohani.
AS


