Cimahi - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, drg. Chanifah Listyarini, M.H.M, melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Kompos (TPK) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat pada Rabu, 7 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung hasil perbaikan dan penutupan (covering) sejumlah zona di area pembuangan tersebut.
Upaya perluasan lahan saat ini sedang dilakukan dengan target agar TPK Sarimukti tetap dapat beroperasi hingga tahun 2028, meski dengan skema pengiriman sampah yang mulai dibatasi secara ketat.
Dalam tinjauan tersebut, terungkap bahwa metode pembuangan sampah saat ini masih menggunakan sistem ritase akibat adanya perbaikan jalan menuju jembatan timbang.
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dijadwalkan akan kembali memberlakukan pembatasan berdasarkan metode tonase (berat kendaraan) mulai 15 Januari 2026. Perubahan sistem ini diprediksi akan memperketat kuota sampah yang masuk, sehingga efisiensi pengangkutan menjadi hal yang krusial bagi pemerintah daerah yang menggunakan fasilitas tersebut.
Merespons kondisi lahan pembuangan yang semakin terbatas, DLH Kota Cimahi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif dalam melakukan pengurangan dan pengolahan sampah secara mandiri. Langkah ini dinilai sangat mendesak agar beban sampah yang dikirim ke TPK Sarimukti dapat berkurang secara signifikan.
Dengan mengelola sampah langsung dari sumbernya, masyarakat berperan penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan serta membantu mengatasi krisis lahan pembuangan akhir di wilayah Bandung Raya.
Sumber: Akun Instagram resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi (@dlh_cimahi).
As
