Milad ke-25 GIBAS di Tasikmalaya: Mandiri Meski "Dianaktirikan", Ribuan Anggota Tetap Satu Komando!

KABUPATEN TASIKMALAYA – Gemuruh sorak-sorai ribuan anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) memecah kesunyian Kabupaten Tasikmalaya. Perayaan Milad ke-25 yang digelar meriah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kesatria Siliwangi tak akan padam, meski harus berjuang di tengah dinginnya perhatian penguasa daerah.

Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum GIBAS, Roni Romdoni, beserta jajaran Ketua Resort, Sektor, hingga Subsektor se-Jawa Barat ini berlangsung khidmat sekaligus membara. Tampak hadir pula Kepala Kesbangpol Asep, perwakilan Kasat Intel Polres Tasikmalaya, serta perwakilan dari Kodim.

Sentilan Pedas Sang Ketua: "Kami Mandiri, Bukan Peminta-minta!"

Dalam pidatonya yang menggebu-gebu, Ketua GIBAS Resort Kabupaten Tasikmalaya, Waris, memberikan pernyataan menohok yang membuat suasana sempat memanas. Di hadapan ribuan pasang mata, Waris secara blak-blakan menyebut bahwa GIBAS Resort Tasikmalaya selama ini merasa "dianaktirikan" oleh pemerintah daerah.

"Meskipun GIBAS Resort Tasikmalaya sangat dianaktirikan, kami buktikan hari ini bahwa kami tetap mandiri! Kami mampu menjalankan seluruh program organisasi tanpa harus mengemis belas kasihan mereka yang menutup mata," tegas Waris disambut gemuruh takbir dan yel-yel anggota.

Sindiran ini seolah menjadi "tamparan keras" bagi pucuk pimpinan Kabupaten Tasikmalaya. Absennya Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya secara langsung dalam momen sakral perak ini menjadi tanda tanya besar. Di saat ribuan masyarakat yang tergabung dalam GIBAS berkumpul untuk bersinergi, kursi pimpinan daerah justru tampak kosong, hanya diwakili tanpa kehadiran fisik sang pengambil kebijakan.

Tetap Loyal pada Negara, Meski Diabaikan Penguasa

Meski menyuarakan kekecewaan yang mendalam atas sikap "pilih kasih" pemerintah setempat, Waris menegaskan bahwa GIBAS bukanlah organisasi yang cengeng atau pembangkang. Ia menginstruksikan kepada seluruh anggota hingga tingkat basis untuk tetap mengawal dan mendukung program-program pemerintah.

Poin penting orasi Waris:

 Kemandirian Total: GIBAS tetap eksis dan besar karena loyalitas anggota, bukan karena suntikan dana hibah yang tebang pilih.

 Dukungan Program: Seluruh anggota wajib mendukung program pemerintah demi kepentingan rakyat, meski kontribusi organisasi seringkali dipandang sebelah mata.

 Solidaritas Tanpa Batas: Milad ke-25 adalah momentum pembuktian bahwa GIBAS adalah kekuatan nyata di Kabupaten Tasikmalaya.

Pesan Untuk Singgasana Kekuasaan

Kemeriahan Milad ke-25 ini mengirimkan pesan kuat ke gedung pemerintahan: GIBAS tidak butuh pengakuan di atas kertas jika kenyataannya di lapangan mereka diabaikan. Ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati seolah mempertegas jurang pemisah antara pemerintah dengan elemen masyarakat yang memiliki basis massa besar.

"Kita tetap mendukung pemerintah, tapi jangan salahkan jika kami terus bersuara lantang. Kami ada, kami nyata, dan kami mandiri!" pungkas Waris dengan nada bergetar penuh semangat.

GIBAS telah membuktikan, 25 tahun berdiri bukan karena ditopang kekuasaan, melainkan karena akar yang kuat di hati rakyat. Bravo GIBAS!

AS 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Android