Bandung Barat – Kepedulian dan rasa kemanusiaan ditunjukkan Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Kabupaten Bandung Barat melalui kegiatan bakti sosial bagi korban bencana longsor. Kegiatan ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi momen berbagi perhatian dan cinta bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang terdampak.
Budiawan, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) KBB, menyampaikan apresiasi yang tulus atas kehadiran dan bantuan PGMNI.
“Madrasah binaan Muhammadiyah menjadi tempat pelaksanaan bakti sosial ini. Kehadiran PGMNI memberikan semangat baru bagi siswa, guru, dan keluarga yang terdampak. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan kepedulian PGMNI, karena ini bukan hanya bantuan materi, tapi juga dukungan moral yang sangat berarti,” ujarnya, 16/2/2026.
Tahap kedua kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di beberapa madrasah di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Bantuan berupa sembako disalurkan kepada guru dan tenaga kependidikan madrasah. Selain itu, santunan diberikan kepada siswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat longsor, sebagai wujud kepedulian yang lebih personal dan menyentuh hati.
Kegiatan trauma healing bagi siswa pascabencana digelar di MTs Al-Amin, diikuti sekitar 150 siswa. Kegiatan ini membantu mereka memulihkan ketenangan, membangun rasa aman, dan memberi semangat agar bisa kembali fokus belajar dengan percaya diri.
Melalui bakti sosial ini, PGMNI berharap dampak bencana tidak membuat semangat belajar dan berkarya siswa menurun. Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat tali persaudaraan, menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang siap menolong. Budiawan menekankan bahwa kolaborasi antara PDM KBB dan PGMNI adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan pendidikan, dan hal itu meninggalkan kesan hangat serta inspiratif bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar.
Asep Salman
