BANDUNG BARAT – 30 April 2026, Merespons tumpukan sampah yang sempat viral di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bergerak cepat dengan merencanakan aksi kebersihan massal. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang akan dipusatkan di Desa Rancapanggung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Ibrahim Adji, S.E., M.M., menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menangani titik-titik sampah kritis sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada tanggal 7 mendatang ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah, tetapi juga merangkul berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) strategis.
"Kita akan berkolaborasi dengan semua pihak, mulai dari Dansektor 4 Citarum Harum, Indonesia Power, BBWS, hingga unsur kewilayahan. Intinya, kita fokus bebersih sampah yang ada saat ini," ujar Ibrahim Adji.
Sejumlah pihak yang telah mengonfirmasi kehadiran dan dukungan dalam rapat koordinasi meliputi:
* TNI & Polri: Dansektor 4 Citarum Harum, Danramil, dan Kapolsek setempat.
* Instansi & BUMN: Indonesia Power dan BBWS.
* Komunitas:Saung Maggot, lintas komunitas lingkungan, serta jajaran OPD terkait.
Fokus utama kegiatan ini adalah area Pasar Rancapanggung. Selain melakukan cleaning day atau pembersihan fisik di lokasi, tim gabungan juga akan memberikan edukasi door-to-door kepada para pedagang pasar dan penduduk sekitar.
Edukasi tersebut ditekankan pada pentingnya merubah pola pikir dalam pengelolaan limbah domestik agar masalah serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Dalam keterangannya, Ibrahim Adji menitipkan pesan penting bagi seluruh warga Bandung Barat. Ia menegaskan bahwa kunci utama penanganan sampah bukan hanya pada pengangkutan, melainkan pada tata kelola di tingkat hulu.
"Mudah-mudahan warga sekitar, bukan cuma di Rancapanggung tapi seluruh Bandung Barat, bisa mulai memilah sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga masing-masing. Jika sudah dipilah, proses pengangkutan dan pengolahan selanjutnya akan jauh lebih optimal," pungkasnya.
Melalui peringatan HPSN ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat meningkat sehingga predikat "sampah viral" tidak lagi menyemat pada wilayah-wilayah di Kabupaten Bandung Barat.
Asep Salman
