May Day 2026: Ribuan Buruh Padati Monas, Kehadiran Presiden Prabowo Berikan Harapan Baru

JAKARTA – Kawasan Monumen Nasional (Monas) berubah menjadi lautan manusia pada Jumat, 1 Mei 2026. Ribuan buruh dari berbagai penjuru, khususnya Jawa Barat, tumpah ruah merayakan Hari Buruh Internasional (May Day). Momentum tahun ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Di tengah kerumunan massa, terlihat rombongan dari SPSI Farkes Jawa Barat yang didominasi oleh kaum perempuan. Meski cuaca Jakarta terasa terik dan peluh membasahi pakaian, semangat para buruh perempuan ini tidak surut sedikit pun. Gelak tawa dan nyanyian perjuangan tetap menggema di sepanjang jalannya aksi.

Ketua SPSI Jawa Barat, Dr. H. Danial Malik Hadibrata, yang turut mendampingi massa di lapangan, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi para anggota. Kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden di tengah-tengah buruh merupakan magnet utama tingginya antusiasme tahun ini.

"Kedatangan kami semua pengurus dan anggota Farkes ke acara May Day ini sangat antusias. Alasan utamanya karena acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto," ujar Dr. Danial di sela-sela aksi.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi masa depan ketenagakerjaan. Dr. Danial berharap momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan membawa keberuntungan nyata bagi nasib kaum buruh yang saat ini masih menghadapi tantangan berat.

Ada beberapa poin krusial yang ditekankan oleh SPSI Jawa Barat untuk menjadi perhatian serius pemerintah, di antaranya:

 Penyesuaian Upah: Pemerintah diharapkan lebih berpihak pada kesejahteraan buruh melalui kebijakan upah yang layak.

 Perlindungan dari PHK: Meminta ketegasan pemerintah dalam menangani kasus PHK sepihak yang masih marak terjadi.

 Evaluasi Sistem Outsourcing: Mendesak pemerintah untuk berani mengkaji ulang regulasi tenaga kerja kontrak (*outsourcing*) yang dinilai merugikan pekerja.

"Pemerintah harus berani hadir untuk kaum buruh. Saat ini banyak buruh yang butuh bantuan nyata, terutama soal kepastian kerja dan kesejahteraan ekonomi," tutup Dr. Danial Malik Hadibrata.

Hingga sore hari, suasana di Monas terpantau kondusif meski massa terus menyuarakan aspirasi mereka dengan penuh semangat. Kehadiran Presiden Prabowo diharapkan menjadi langkah awal dialog yang lebih harmonis antara pemerintah dan serikat buru di masa depan. 

Asep Salman

إرسال تعليق

أحدث أقدم

Android