CIMAHI, 5 Mei 2026 – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Cimahi menjadi momentum krusial bagi kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” Pemkot Cimahi berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam meraih mimpi.
Dalam upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Senin (4/5) kemarin dan dilanjutkan dengan evaluasi program hari ini, Wali Kota Ngatiyana menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai di atas kertas.
“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui asah, asih, dan asuh. Fokus kita bukan hanya akademik, tapi pembentukan karakter dan kemandirian. Kami ingin memastikan sekolah di Cimahi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari perundungan,” ujar Ngatiyana.
Aksi Nyata: Program Jemput Bola Pendidikan
Salah satu poin paling menarik dalam kebijakan pendidikan tahun ini adalah langkah proaktif Dinas Pendidikan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ngatiyana mengungkapkan bahwa Pemkot Cimahi kini menerapkan strategi ‘jemput bola’ untuk merangkul warga yang sempat putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan melalui jalur kesetaraan Paket A, B, hingga C.
“Pemerintah hadir untuk membiayai masyarakat kurang mampu. Tidak boleh ada lagi anak di Cimahi yang putus sekolah hanya karena kendala biaya. Pak Wakil (Adhitia Yudisthira) dan saya sepakat bahwa peningkatan SDM adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Sinergi Empat Pilar
Senada dengan arahan pemerintah pusat, Ngatiyana mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan bergantung pada harmoni antara empat pilar: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Ia mengajak orang tua untuk hadir secara utuh dalam proses belajar anak, bukan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah.
Sementara itu, tantangan digitalisasi dan kesenjangan fasilitas antar-satuan pendidikan juga menjadi agenda besar yang akan diselesaikan melalui revitalisasi sarana pembelajaran yang lebih adaptif terhadap teknologi.
“Kami bergerak dengan tiga prinsip utama: pemikiran yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan Cimahi sebagai kota dengan kualitas pendidikan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ngatiyana.
Peringatan Hardiknas ini turut dihadiri oleh jajaran asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta tokoh-tokoh penggerak pendidikan dan Bunda PAUD Kota Cimahi.
Sumber Media:
Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKPS)
Diskominfo Kota Cimahi
(Red).

0 Komentar