Purwakarta – Pondok Pesantren Daruttawabin Al Rosy yang berlokasi di Bojong, Purwakarta, sukses menggelar acara pelepasan siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas IX. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri langsung oleh pimpinan yayasan, para guru, tokoh agama, orang tua murid, hingga aparatur keamanan setempat seperti Bhabinkamtibmas. Turut hadir pula Kepala Desa Bojong, Dede Pramono, serta Pengawas MA dan MTs dari Kementerian Agama (Kemenag), Ibu Widayanti.
Dalam momen wawancara di sela-sela acara yang dipadati oleh wali santri tersebut, Pimpinan Yayasan, KH. Hambali, menyampaikan rasa syukur mendalam atas berbagai capaian luar biasa yang berhasil diraih oleh para siswanya sepanjang tahun ini, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu prestasi non-akademik yang paling menonjol datang dari kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). KH. Hambali memaparkan bahwa tim Paskibra madrasah tersebut telah mengukir prestasi gemilang dari berbagai tingkatan.
"Untuk tahun ini, kita banyak kegiatan yang sudah diraih. Khusus untuk Paskibra, kita punya prestasi mulai dari tingkat Provinsi Jawa Barat, se-Jawa, hingga yang terakhir kemarin ada Paskibra tingkat nasional. Prestasi-prestasi itulah yang ditampilkan di tahun ini," ungkap KH. Hambali dengan penuh bangga.
Selain Paskibra, pesantren berbasis Islami ini juga menorehkan prestasi membanggakan pada program keagamaan, khususnya hafalan (tahfidz) Al-Qur'an dan Hadis. Di tingkat MTs, tercatat sebanyak 25 siswa berhasil menuntaskan program tahfidz Al-Qur'an, sementara untuk program tahfidz hadis sukses meluluskan sebanyak 44 siswa.
Tingkat kelulusan tahun ini mencatat sebanyak 17 siswa lulus dari jenjang MA dan 33 siswa dari jenjang MTs. Menariknya, KH. Hambali mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada animo siswa lulusan MTs Daruttawabin Al Rosy untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang MA di bawah naungan yayasan yang sama.
"Alhamdulillah, yang dari MTs sekarang masuk melanjutkan ke tingkat MA-nya hampir mencapai 80 persen. Dibanding tahun kemarin kita agak sedikit turun karena tersedot oleh kebijakan pemerintahan. Namun sekarang alhamdulillah kita bisa bertahan dan mengimbangi kebijakan tersebut dengan terus memacu prestasi siswa," tambahnya menjelaskan dinamika tantangan sekolah swasta.
Menghadapi persaingan dunia pendidikan kedepan, pihak yayasan menegaskan tidak ingin terjebak dalam persaingan yang tidak sehat (manuver), melainkan fokus seutuhnya pada pembuktian kualitas. Sinergi antara pimpinan, para wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, peningkatan mutu kurikulum, serta penegakan kedisiplinan guru akan semakin dioptimalkan pada tahun ajaran mendatang.
Di akhir pernyataannya, KH. Hambali berharap agar para alumni yang dilepas hari ini dapat menjadi individu yang mandiri, membawa manfaat nyata di tengah masyarakat, sekaligus menjadi agen perubahan yang ikut membesarkan nama baik almamater.
"Harapan terakhir, mudah-mudahan kita bisa istiqomah untuk tetap mengarahkan siswa melanjutkan ke jenjang madrasah yang lebih tinggi. Bagi siswa-siswi kami, tetap semangat dan konsisten. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, kita pasti bisa meraih apa yang diraih oleh sekolah-sekolah lain. Kita semua punya kesempatan yang sama," pungkas KH. Hambali dengan optimis.
Wartawan: Asep Salman
Editor: Aep Saripudin



0 Komentar