Merajut Tali Kasih, SDN Sukahurip Cigugur Gelar Perpisahan Siswa Kelas VI yang Hangat dan Berkesan


 Bandung Barat– Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukahurip, Cigugur, Parongpong. Sekolah tersebut baru saja menggelar acara perpisahan siswa-siswi kelas VI dengan mengusung semboyan yang menyentuh hati: "Merajut Tali Kasih Guru dan Murid."

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran dewan guru, para orang tua murid, serta seluruh siswa-siswi. Perayaan ini menjadi momen istimewa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Puncak keceriaan acara terjadi saat sesi pentas seni siswa-siswi. Para peserta didik tampil percaya diri berlenggak-lenggok di atas panggung layaknya model profesional. Penampilan memukau ini sontak mengundang decak kagum dan tepuk tangan yang riuh dari para orang tua murid yang hadir, menciptakan suasana yang akrab dan penuh sukacita.

Kepala SDN Sukahurip, Imas Rikiyah, S.Pd., menyampaikan pesan yang begitu bersahaja dalam sambutannya. Pesan tersebut bahkan mendapatkan aplaus meriah dari seluruh hadirin karena menyentuh sisi emosional antara pendidik dan anak didiknya.

Dalam pidatonya, Imas menegaskan bahwa perpisahan fisik bukanlah akhir dari hubungan batiniah antara guru dan murid.

"Pelepasan siswa-siswi kelas VI ini bukan berarti kita benar-benar lepas. Komunikasi harus tetap dibangun. Tidak ada istilah mantan guru; guru ya tetap guru, kita semua adalah keluarga," ungkap Imas Rikiyah dengan penuh kasih.

Semboyan "Merajut Tali Kasih" yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen SDN Sukahurip untuk terus menjaga hubungan baik antara sekolah dan alumni. Diharapkan, ikatan silaturahmi yang telah terjalin selama masa pendidikan dapat terus terjaga, meskipun para siswa kini akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di bangku sekolah menengah.

Acara perpisahan ini ditutup dengan ramah tamah yang mempererat keakraban antara pihak sekolah dan wali murid, meninggalkan kesan mendalam bagi semua pihak yang terlibat.

Wartawan: Asep Salman 

Editor: Aep Saripudin 

Posting Komentar

0 Komentar