CIMAHI — Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cimahi sekaligus aktivis muda, Yusuf Handriyana, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Cimahi dalam melakukan pergantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.
Menurut Yusuf, langkah yang diambil oleh Wali Kota Cimahi tersebut memiliki niat yang positif serta dilandasi oleh filosofi yang kuat. Meski begitu, ia menekankan agar penentuan nama baru tersebut tetap memperhitungkan unsur budaya dan kearifan lokal (culture) masyarakat Cimahi.
"Secara prinsip dan niat, kami sangat mendukung langkah yang diambil oleh Pak Wali Kota. Filosofi di balik perubahan nama ini tentu memiliki tujuan yang baik untuk pembaruan dan identitas Kota Cimahi," ujar Yusuf.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga relevansi budaya setempat agar nama baru yang dipilih kelak tetap memiliki keterikatan historis dan emosional dengan warga.
Selain memberikan saran terkait penamaan, Yusuf juga mengomentari dinamika serta polemik yang sempat muncul di ranah publik terkait kebijakan tersebut. Ia mengimbau para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi untuk bersikap lebih bijaksana dan tidak mengumbar polemik atau silang pendapat di media sosial.
Menurutnya, langkah yang lebih tepat dan elegan bagi para wakil rakyat adalah dengan membuka ruang dialog langsung melalui mekanisme kelembagaan.
"Bagusnya para wakil rakyat di dewan bisa lebih bijak. Alangkah baiknya jika memanggil dan duduk bersama dalam rapat dengar pendapat atau bertemu langsung dengan Wali Kota Cimahi untuk berdiskusi, bukan justru meramaikannya di media sosial," tegasnya.
Melalui komunikasi yang kondusif antara pihak eksekutif dan legislatif, Yusuf berharap kebijakan perubahan nama RSUD Cibabat ini dapat terlaksana secara matang tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Wartawan: AS
Editor: Aep Saripudin

0 Komentar