Desa Cempakamekar Rayakan Milangkala ke-47, Kades Agus Restiawan Kritisi Pola Bantuan Sosial


 BANDUNG BARAT – Pemerintah Desa Cempakamekar, Kabupaten Bandung Barat, sukses menggelar perayaan hari jadi (Milangkala) ke-47 dengan khidmat dan meriah. Mengusung semangat pelestarian budaya Sunda, acara ini menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelestari seni tradisional melalui penampilan pencak silat massal dan pagelaran wayang golek.

Kepala Desa Cempakamekar, Agus Restiawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang luar biasa. Baginya, perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mempererat ikatan budaya di tengah masyarakat.

Puncak kemeriahan perayaan ditandai dengan festival pencak silat yang diikuti oleh 23 paguron (perguruan) dari berbagai wilayah, termasuk dari Kecamatan Cipongkor, Sindangkerta, hingga perwakilan dari Kabupaten Bandung.

Agus menegaskan bahwa kehadiran puluhan paguron ini merupakan bukti bahwa nilai-nilai luhur budaya Sunda masih mengakar kuat. "Penting bagi pemimpin untuk terus menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman," ujar Agus di sela-sela kegiatan.

Acara kemudian ditutup pada malam hari dengan pagelaran wayang golek yang dipimpin oleh dalang kenamaan, Ki Dadan Sunandar Sunarya. Agus berharap, kehadiran seni budaya ini dapat menjadi ciri khas yang membawa kemajuan bagi Desa Cempakamekar.

Di balik kemeriahan perayaan tersebut, Agus menyampaikan pesan kritis terkait pembangunan mental masyarakat. Ia secara terbuka menyoroti pola pemberian bantuan sosial dari pemerintah yang menurutnya kurang mendidik dan justru berisiko menciptakan ketergantungan.

"Dengan adanya bantuan-bantuan itu, sebenarnya menurut saya, inilah pembodohan untuk warga," tegasnya.

Agus menekankan bahwa masyarakat saat ini lebih membutuhkan program pemberdayaan berkelanjutan dibandingkan bantuan stimulan sesaat. Ia berharap pemerintah lebih fokus mendukung sektor riil seperti kelompok ternak dan pengembangan UMKM.

"Yang saya inginkan dari pemerintah bukan bantuan, tapi program-program yang dapat dirasakan masyarakat untuk menuju kemandirian ekonomi," imbuh Agus.

Momentum Milangkala ke-47 ini juga dimanfaatkan Agus untuk memperkenalkan visi pembangunan desa melalui slogan "CERDAS". Slogan ini menjadi akronim dari nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada warga Desa Cempakamekar, yakni:

* Cekatan

* Edukatif

* Religius

* Dinamis

* Agamis

* Santun

Dengan mengusung semangat tersebut, Pemerintah Desa Cempakamekar berkomitmen untuk terus konsisten menggelar kegiatan yang memajukan wilayah sekaligus mencerdaskan masyarakat, agar ke depan warga Cempakamekar mampu mandiri dan berpikiran positif tanpa terus bergantung pada pihak lain.

Wartawan: Asep Salman 

Editor: Aep Saripudin 

Posting Komentar

0 Komentar