Bupati Jeje "Govinda" Geram: ASN Bandung Barat yang 'Jutek' Siap-Siap Angkat Kaki!


 BANDUNG BARAT, 5 MEI 2026 – Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail (yang akrab disapa Jeje Govinda), mengeluarkan peringatan keras bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Merespons viralnya keluhan masyarakat terkait pelayanan publik yang ketus dan tidak ramah, Bupati Jeje menegaskan tidak akan segan-segan memecat pegawai yang kedapatan melayani warga dengan wajah "jutek" atau tidak profesional.

​Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Bupati Jeje dalam apel sore di Mal Pelayanan Publik (MPP), Selasa (5/5). Bupati mengaku telah membaca langsung berbagai hujatan dan kekecewaan warga di media sosial yang mengeluhkan buruknya service excellent di kantor-kantor pelayanan publik Bandung Barat.

​“Senyum Itu Ibadah, Bukan Beban!”

​Dalam arahannya, Bupati Jeje menekankan bahwa tugas utama ASN adalah menjadi pelayan masyarakat yang dibayar oleh negara. Ia menyesalkan adanya oknum pegawai yang merasa terbebani saat harus memberikan informasi kepada warga.

​“Saya baca hampir semua komentar masyarakat, rata-rata mengeluhkan pelayanan yang tidak ramah dan ketus. Kalau Bapak atau Ibu tidak siap melayani masyarakat dengan senyuman, silakan lapor ke pimpinan dan minta digeser. Apa susahnya sih tersenyum? Senyum itu ibadah. Kalau tidak bisa senyum, berarti kerjanya tidak pakai hati,” ujar Bupati Jeje dengan nada tegas.

​Ultimatum 30 Hari & Bersih-Bersih Calo

​Langkah ini bukan sekadar gertakan. Bupati Jeje menetapkan masa evaluasi selama 30 hari ke depan. Jika dalam kurun waktu tersebut masih ditemukan keluhan serupa dari masyarakat, tindakan tegas berupa mutasi hingga pemberhentian akan segera diambil.

​Selain masalah keramahan, Bupati juga menyoroti praktik percaloan yang sempat viral beberapa waktu lalu terkait pengurusan akta kelahiran dan KIA. Ia menegaskan bahwa sistem pelayanan harus dirombak total agar lebih transparan dan mudah diakses, bahkan hingga ke tingkat kecamatan.

​Pesan untuk Masyarakat

​Bupati Jeje mengajak seluruh warga Bandung Barat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan pelayanan yang kurang menyenangkan atau adanya indikasi pungutan liar.

​“Kalau ada komplain, yang kena itu saya bupatinya. Saya dianggap tidak becus kerja. Padahal yang berhadapan langsung dengan warga adalah Bapak Ibu di sini. Mari kita ubah budaya malas-malesan ini. Jangan kalah dengan pelayanan swasta!” pungkasnya.

​Dengan langkah berani ini, Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih manusiawi, cepat, dan tentu saja, penuh senyuman.

​Sumber Media:

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik)

Kabupaten Bandung Barat

Website: bandungbaratkab.go.id

(Red).

Posting Komentar

0 Komentar