Terkendala Aset Tanah, Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di KBB Terhambat


 BANDUNG BARAT-- Sebagian besar, dari 165 desa di Bandung Barat, tidak memiliki tanah aset desa atau carik sebagai syarat pengajuan pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

"Memang rata-rata desa di KBB tidak punya tanah sebagai salah satu syarat pengajuan pendirian Koperasi Desa Merah Putih," ujar Ketua APDESI KBB, Agus Karyana, Sabtu 30 Mei 2026. 

Masih banyaknya desa tidak memiliki aset tanah, Agus mengatakan, mesti ada sulusi dari pemerintah. "Kami mendukung program pemerintah, tapi masalahnya masih banyak desa belum punya tanah aset, ini yang mesti dicarikan solusinya oleh pemerintah," ungkap Agus. 

Agus mengatakan, desa tidak memperlambat pendirian KDMP, namun hal itu juga perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. 

"Ini yang harus dicarikan solusinya, karana anggaran desa saja sudah dipangkas, ya mau beli tanah akhirnya gak bisa," sebutnya. 

Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dudi Supriadi mengakui, masih banyak desa di KBB yang belum memiliki tanah aset desa sebagai syarat pendirian KDMP. "Kita sedang carikan solusinya itu," sebut Dudi. 

Sebagai solusi, sebut Dudi, tengah memohon kepada beberapa perusaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk memfasilitasi desa yang tidak memiliki aset tanah untuk pendirian KDMP. 

"Tapi mereka (BUMN) yang memiliki aset tanah sesuai dengan kebutuhan pendirian KDMP," kata Dudi. 

Kendati Pemda Bandung Barat memiliki aset tanah yang tidak produktif, Dudi mengatakan, masalah tersebut tidak bisa digunakan dengan aturan yang berbeda. "Kalau tanah pemda beda lagi urusannya," kata Dudi.  

Jika BUMN tidak memberikan aset tanahnya, pihaknya akan meminta solusi kepada Agrina sebagai salah satu perusahaan BUMN. 

"Kita akan minta solusi kepada Agrina sebagai perusahaan yang diberikan mandat oleh pemerintah untuk membantu atau memfasilitasi pembangunan KDMP," tutur Dudi. 

Dudi menyebutkan, kendati ada beberapa desa di Bandung Barat yang memiliki tanah aset desa, namun kondisi tidak memungkinkan. 

"Karena lokasinya di atas gunung, dan rata-rata di wilayah selatan, itu tidak memungkinkan, siapa yang mau belanjanya," tandas Dudi. 

Editor: Aep Saripudin 

Wartawan: Asep Salman

Posting Komentar

0 Komentar