Jalan Kabupaten di Pangauban Viral, Kades Ade Dorong Pemkab Bandung Barat Segera Beraksi


 BANDUNG BARAT, Minggu, 31 Mei 2026 – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. Jalan yang dipenuhi lubang dan kerikil tajam tersebut dikeluhkan warga karena dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pangauban, Ade, memberikan klarifikasi langsung guna meluruskan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa jalur yang viral tersebut—khususnya yang melintasi wilayah Cihurip di RW 11 dan RW 12—merupakan jalan berstatus jalan kabupaten, sehingga kewenangan perbaikannya sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, bukan pemerintah desa.

​"Kami sangat memahami keluhan warga. Namun perlu kami luruskan kembali bahwa jalan tersebut adalah jalan kabupaten. Secara regulasi dan kewenangan anggaran, perbaikannya merupakan tanggung jawab dinas terkait di tingkat kabupaten," ujar Ade saat dikonfirmasi oleh awak media, Minggu (31/05/2026).

​Upaya Desa Tak Pernah Putus Sejak 2024

​Ade menambahkan, Pemerintah Desa Pangauban tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Berbagai upaya koordinasi dan usulan perbaikan telah diperjuangkan secara konsisten dari tahun ke tahun.

​Sejak tahun 2024 hingga 2025, pihak desa secara aktif menyuarakan aspirasi warga ini melalui Dinas PUTR Kabupaten Bandung Barat, serta mengandalkan jalur kedewan melalui jajaran DPRD, termasuk salah satunya melalui legislator dari PKS, Pak Gumilar.

​Langkah advokasi ini pun terus dilanjutkan hingga periode terbaru bersama anggota dewan asal Pangauban dari Fraksi Golkar, Ibu Sifa, yang juga mendampingi anggota DPRD tingkat provinsi untuk menguatkan usulan tersebut dalam agenda reses.

​Surat Langsung ke Bupati dan Urgensi Jembatan Longsor

​Lebih dari sekadar usulan rutin, Pemerintah Desa Pangauban juga telah melayangkan surat dinas serta proposal darurat yang ditujukan langsung kepada Bupati Bandung Barat. Fokus utama desakan ini tidak hanya tertuju pada pengaspalan jalan, melainkan juga perbaikan fasilitas jembatan di area tersebut yang kondisinya sudah mengalami longsor.

​Kades Ade berharap Pemkab Bandung Barat, khususnya dinas teknis terkait, bisa memberikan perhatian ekstra dan segera merealisasikan perbaikan di lapangan.

​"Harapan kami, dengan adanya perhatian dan aspirasi yang meluas dari masyarakat ini, pihak kabupaten bisa segera mengambil tindakan nyata. Ini sangat krusial, bukan hanya untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga demi mendongkrak kembali roda perekonomian warga agar tidak terus terhambat," pungkas Ade.


(Red).

Posting Komentar

0 Komentar