Mencari Strategi Adaptasi: Arah Golkar Bandung Barat di Bawah Edi Rusyandi

 

Bandung Barat - 2 Agustus 2026 DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan pimpinan baru melalui Musyawarah Daerah (Musda) V yang berlangsung di Padalarang, Minggu (2/8/2026). Edi Rusyandi terpilih secara aklamasi memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat periode 2025–2030 setelah didukung penuh oleh 22 pemilik hak suara dari 16 kecamatan serta lolos verifikasi panitia pengarah bersama pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Penetapan ini menandai babak anyar dalam dinamika internal partai berlogo pohon beringin di tingkat lokal. Edi meneruskan kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh kakak kandungnya, Dadan Supardan. Transisi kekuasaan internal yang berjalan tanpa riak politik ini menegaskan soliditas organisasi, sekaligus menjadi modal awal bagi partai dalam menghadapi peta politik lokal yang dinamis.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, mengapresiasi proses regenerasi di Kabupaten Bandung Barat yang dinilai berlangsung tertib dan matang. Penyelenggaraan musda yang kondusif mencerminkan kedewasaan berdemokrasi di tubuh internal partai. Selain itu, rekam jejak dan loyalitas kader menjadi catatan penting dalam menggerakkan mesin organisasi, terutama dalam menjaga komitmen keorganisasian menjelang agenda politik mendatang.

Bagi Golkar Bandung Barat, konsolidasi struktur menjadi agenda krusial pasca-Musda. Pada Pemilu 2024, Golkar mengamankan delapan kursi di DPRD Kabupaten Bandung Barat. Menghadapi Pemilu 2029, partai menargetkan peningkatan jumlah kursi secara signifikan hingga mencapai 15 atau 20 kursi untuk memperkuat posisi tawar di legislatif maupun eksekutif. Target tersebut menuntut kerja-kerja politik yang tidak sekadar mengandalkan basis massa tradisional, tetapi juga meluaskan jangkauan pada demografi baru.

Perubahan struktur demografi pemilih menjadikan generasi muda sebagai segmen penentu. Pendekatan politik kelembagaan kini dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan dengan preferensi pemilih milenial dan Gen Z yang cenderung kritis serta adaptif terhadap isu-isu sosial-ekonomi. Pembenahan internal dan keterbukaan terhadap generasi muda dipandang sebagai langkah taktis yang harus berjalan beriringan.

Arah kepemimpinan baru difokuskan pada penataan struktur serta strategi pendekatan yang tepat untuk merangkul pemilih muda. Rekrutmen politik yang inklusif serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat menjadi kunci agar partai tetap memiliki daya tawar yang kuat. Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis dukungan partai secara berkelanjutan.

Kehadiran perwakilan berbagai partai politik dalam pembukaan musda memberikan gambaran stabilitas hubungan antarpartai di tingkat daerah. Di luar kalkulasi elektoral, tantangan nyata kepengurusan baru adalah menerjemahkan target politik menjadi kerja nyata yang berdampak pada pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.

Wartawan: Asep Salman 

Editor: Aep Saripudin 

Posting Komentar

0 Komentar